lagi - lagi aku harus menelan pil pahit dalam hubungan, aku tidak tau perasaan apa yang aku rasakan sekarang. sungguh, semuanya sangat acak - acakan. seperti biasa, kembalilah aku yang cengeng, mudah menangis dan gampang terkikis.
kali ini konflik dimulai dengan keluhanku atas sikapnya, aku memberikan pilihan padanya, namun sayang pilihannya bukan memperbaiki sikap, justru ia dengan ringan ingin meninggalkanku, sesal dalam bergejolak dalam lubuk hatiku. antara harus menerima bahwa orang yang aku cintai tidak mencintaiku sebesar cintaku padanya, dan harus merelakannya.
seperti biasa, ia menghilang, tak mengirimku pesan apa - apa, dan disaat itu aku selalu merasa tidak berarti apa - apa untuknnya, meskipun sudah 3tahun aku bersamanya.
iya mungkin aku naif, memaksakannya untuk selalu disisiku, sehingga lupa memikirkan bagaimana perasaannya kepadaku. tapi apa dia juga tidak berpikir tentang perasaanku yang disakiti olehnya?
entah apa yang membawaku tadi pagi aku membuka akun facebooknya, sekedar iseng membaca pesan - pesannya, hatiku mulai diuji lagi kesabarannya ketika melihat beberapa chatt antara dia dan temannya, bagaimana tidak, ia menyebutkan nama wanita lain, intan namanya, rupanya wanita itu yang sedang di sukainya, iya pria yang hari itu masih menjadi kekasihku, dan ternyata iseng terhadap perempuan lain dibelakangku. padahal sudah ku berikan kepercayaan penuh padanya, betapa aku mengingat dia dalam setiap apapun kondisinya, tapi kenapa harus ini yang aku dapatkan darinya?
ya Tuhan, apa aku yang kurang bersyukur selama bersamanya ataukah memang dia yang sudah tidak bisa menerima apa adanya aku?