hallo blog, seperti biasa kali ini saya ingin menyampaikan berbagai keluh kesah..
rasanyase tidak ada tempat bercerita yang tepat selain disini..
entah memang aku yang terlalu mendramatisir alur hidupku atau memang realitanya seperti ini, tapi rasanya semakin hari semuanya semakin berat..
terlalu banyak langkah yang salah telah ku ambil hingga akhirnya berakhir dengan tidak karuan..
menyesal itu pasti meskipun tindakan ini adalah tindakan paling bodoh..
tapi harusnya...
saya tidak banyak mengeluh dan menggerutu atas serba serbi hidup yang dialami meskipun pahit karena diberikan nafas hingga hari ini itu sudah harus menjadi sebab kuat untuk mensyukuri hidup
harusnya..
semenyebalkan apapun lingkungan, saya tetap bisa menjaga sikap dan menjalankannya lebih baik.. karena selalu ada kesempatan untuk memperbaiki..
harusnya mulai skg saya berpikir untuk mewujudkan cita - cita membahagiakan orang tua dan mewujudkan semua keinginannya, yang terpenting membalas jasa semua keluarga saya..
Ketika mulut sulit berkata dengan pasti.. Biarkanlah jemari menulis isi hatinya sendiri..
Minggu, 15 Juli 2012
Minggu, 01 Juli 2012
luka terlaknat dari seorang sahabat
suatu hari saya melihatnya begitu terluka tanpa amarah dan suasana murka. hanya ketegaran yang terpancar dari setiap kata - katanya. namun, disini rasanya aku yang menuai murka, menanam api dendam yang begitu hebat berkobar, menyimpan benci yang melebihi rasa simpati.
hingga hari ini ketika aku sedikit melihat,sedikit mendengar, rasanya seperti ada yang membangunkan tidurku dengan gangguan yang membuatku geram
ingin sekali ku muntahkan kemurkaan ini, tapi lagi - lagi ia menenangkan dan berusaha menjauhkanku dari api dendam yang nantinya akan membakar seluruh tubuh dan hatiku.
aku mendadak berubah menjadi orang yang tidak sabaran, ingin cepat - cepat melihat mereka diinjak bahkan terinjak akibat perlakuan padanya yang sama sekali tidak bijak.
bagaimana bisa simbolik seorang kawan tapi ketika ditimpa dengan kepentingan, hancur lebur semua rasa kesetiakawanan.
bagaimana bisa yang mengaku sahabat, kawan terhebat yang akan selalu memberi semangat justru menyuguhkan luka terlaknat.
selalu aku tidak habis pikir terhadap mereka yang mengatasnamakan kebijakan untuk menutupi dompleng kepentingan..
sungguh manusia yang miskin akhlak mulia..
aku kembali mengelus dada, meminta diberi banyak kesabaran dan ketenangan oleh-Nya.. dan tak pernah lupa meminta kesuksesan segera untuknya yang terluka. Tuhan tau ia manusia baik dan tidak seperti mereka yang licik
hingga hari ini ketika aku sedikit melihat,sedikit mendengar, rasanya seperti ada yang membangunkan tidurku dengan gangguan yang membuatku geram
ingin sekali ku muntahkan kemurkaan ini, tapi lagi - lagi ia menenangkan dan berusaha menjauhkanku dari api dendam yang nantinya akan membakar seluruh tubuh dan hatiku.
aku mendadak berubah menjadi orang yang tidak sabaran, ingin cepat - cepat melihat mereka diinjak bahkan terinjak akibat perlakuan padanya yang sama sekali tidak bijak.
bagaimana bisa simbolik seorang kawan tapi ketika ditimpa dengan kepentingan, hancur lebur semua rasa kesetiakawanan.
bagaimana bisa yang mengaku sahabat, kawan terhebat yang akan selalu memberi semangat justru menyuguhkan luka terlaknat.
selalu aku tidak habis pikir terhadap mereka yang mengatasnamakan kebijakan untuk menutupi dompleng kepentingan..
sungguh manusia yang miskin akhlak mulia..
aku kembali mengelus dada, meminta diberi banyak kesabaran dan ketenangan oleh-Nya.. dan tak pernah lupa meminta kesuksesan segera untuknya yang terluka. Tuhan tau ia manusia baik dan tidak seperti mereka yang licik
Langganan:
Postingan (Atom)