saya bingung dengan orang - orang bertipikal apatis..
bukankah Tuhan menciptakan manusia dilengkapi dengan hati?
yaa anda juga punya, tapi sayang anda terlalu picik menggunakannya
sadarkah?
berbaik hati karena merasa ditolong..
berbaik hati karena suatu keuntungan..
ataukah?
berbaik hati karena rasa perkawanan
bersama karena merasa susah senang sejalan?
apa yang sebenarnya ada dalam otak anda... sekedar kepuasan diri sendiri?
terkutuklah mereka yang mengatakan kawan tapi membuangnya juga seperti sampah..
ku pikir setiap orang bisa berubah nyatanya tetap saja ada yang hatinya bertahan kotor yang buta karena serakah,,,,,,,,,,,,,,,
semoga Tuhan mengirim malaikat untukmu.. sehingga kau belajar bagaimana caranya menghargai orang lain..
Ketika mulut sulit berkata dengan pasti.. Biarkanlah jemari menulis isi hatinya sendiri..
Selasa, 19 Juni 2012
Jumat, 15 Juni 2012
padu padan kesalahan, kekecewaan dan amarah dalam perubahan
ini pengamatanku sendiri. lagi - lagi terhadap orang yang ku sayang. aku tau semua orang akan dan pasti melakukan kesalahan di dalam hidupnya, begitupun ia kurasa.
mula - mula aku bertanya layaknya seorang polisi yang begitu niat mengintrogasi seorang tersangka, hingga merasa terintimidasi dengan berbagai pertanyaan yang melanda.
tapi aku menyadari disini aku bukanlah polisi yang bertugas mengintrogasi, aku ini bak seorang istri (pengharapan) yang harus memeluknya meskipun badannya kering kerontang, meskipun jiwanya begitu terguncang, meskipun orang - orang sudah menganggapnya tak layak dipandang.
tapi aku TIDAK! aku seperti terbakar api menyala - nyala menyerukan keadilan kepada umat manusia,, aku berkoar walaupun koar seorang pengecut dalam lingkup jejaring sosial di era kini.
aku sudah merasa sangat bebal terhadap orang yang memojokan kesalahan orang lain. aku sudah terlanjur kesal dengan orang yang begitu berambisi menjadi seorang pemimpin yang memakai topeng sebuah delegasi.
aku sungguh benci.
ingin ku teriakan di depan wajah - wajah penjilat yang menjijikan, layaknya antek - antek Soeharto di era 98 yang pada ujungnya menggulingkan ia dengan mudah dan mempropogandakan Habiebie.
Tidakkah kalian memiliki nurani seorang kawan? tidakkah kalian memiliki nurani kekeluargaan?
sampai mana akan kau bawa semua uang yang terbuat dari kertas dan popularitas yang tak jelas?
hanya satu, dua yang punya hati untuk mengasihi dengan memberi kesempatan. itu pun tak mampu untuk terang - terangan. sungguh politik busuk memang selalu menjijikan.
kelak jika saudara - saudaraku, keturunan - keturunanku menjadi penguasa, tak akan kubiarkan mereka menjalani peraturan menuju neraka. jika mereka arogan dan melakukan segalanya dengan membabi buta tak segan kuludahi mereka didepan rakyat dunia.
kau ya kau orang baik yang masih belum mampu ditelisik, janganlah mudah untuk tergelitik dengan mulut - mulut licik yang hanya ingin menarik simpatik. kau punya kesetiakawanan janganlah kau memakannya demi kejayaan.
kau yang begitu ku sayangi, tetaplah engkau berdiri, sesalah apapun kau dimata mereka aku tetap disini dan selalu sadar diri..
kemudian aku menatap nanar keluar jendela, berdoa kembali untuk kebahagiaan kita semua
mula - mula aku bertanya layaknya seorang polisi yang begitu niat mengintrogasi seorang tersangka, hingga merasa terintimidasi dengan berbagai pertanyaan yang melanda.
tapi aku menyadari disini aku bukanlah polisi yang bertugas mengintrogasi, aku ini bak seorang istri (pengharapan) yang harus memeluknya meskipun badannya kering kerontang, meskipun jiwanya begitu terguncang, meskipun orang - orang sudah menganggapnya tak layak dipandang.
tapi aku TIDAK! aku seperti terbakar api menyala - nyala menyerukan keadilan kepada umat manusia,, aku berkoar walaupun koar seorang pengecut dalam lingkup jejaring sosial di era kini.
aku sudah merasa sangat bebal terhadap orang yang memojokan kesalahan orang lain. aku sudah terlanjur kesal dengan orang yang begitu berambisi menjadi seorang pemimpin yang memakai topeng sebuah delegasi.
aku sungguh benci.
ingin ku teriakan di depan wajah - wajah penjilat yang menjijikan, layaknya antek - antek Soeharto di era 98 yang pada ujungnya menggulingkan ia dengan mudah dan mempropogandakan Habiebie.
Tidakkah kalian memiliki nurani seorang kawan? tidakkah kalian memiliki nurani kekeluargaan?
sampai mana akan kau bawa semua uang yang terbuat dari kertas dan popularitas yang tak jelas?
hanya satu, dua yang punya hati untuk mengasihi dengan memberi kesempatan. itu pun tak mampu untuk terang - terangan. sungguh politik busuk memang selalu menjijikan.
kelak jika saudara - saudaraku, keturunan - keturunanku menjadi penguasa, tak akan kubiarkan mereka menjalani peraturan menuju neraka. jika mereka arogan dan melakukan segalanya dengan membabi buta tak segan kuludahi mereka didepan rakyat dunia.
kau ya kau orang baik yang masih belum mampu ditelisik, janganlah mudah untuk tergelitik dengan mulut - mulut licik yang hanya ingin menarik simpatik. kau punya kesetiakawanan janganlah kau memakannya demi kejayaan.
kau yang begitu ku sayangi, tetaplah engkau berdiri, sesalah apapun kau dimata mereka aku tetap disini dan selalu sadar diri..
kemudian aku menatap nanar keluar jendela, berdoa kembali untuk kebahagiaan kita semua
Kejinya Nestapa
baru kali ini aku melihatnya begitu merasa dibawah seperti ini. "Aku baik - baik saja" menggambarkan dirinya yang sangat tidak baik - baik saja. Aku melamun lagi, memikirkannya lagi, dan tentunya pada akhir lamunan aku terisak lagi.
Aku merintih, merasakan sakit, aku berpikir mengapa tidak aku saja yang mengalami masa sulit seperti ini? dibanding aku harus melihat orang yang begitu ku sayang menjadi hilang kepercayaan diri..
entah seberapa salah dia dimata mereka hingga menurutnya dia pantas untuk diasingkan seperti ini. tapi seberapa salahpun dia, tetaplah aku tidak rela jikalau dia harus tersiksa.
aku berpikir keras lagi mengapa tuhan menciptakan ketidakadilan dicelah - celah kecil? mengapa tuhan mengadakan sebuah rasa yang diberi nama dengan kerapuhan. dan yang lebih ku tanyakan mengapa tuhan adakan keegoisan???
Ya Tuhan bagaimana aku bisa menjadi penghibur sedangkan aku pun menangis tak mampu melihat dia demgan segala kondisinya yang seperti ini. Engkau begitu tau aku memanjatkan doa padaMu untuk kebahagiannya di dalam ingatanku selalu.
Tuhan segerakanlah datangkan kebahagiaan dan keadilan hidup untuknya, tahanlah mereka - mereka yang berniat tak baik melukai hatinya.
Jika memang kerukunan bisa tercipta,, rukunkanlah,, jika tidak bisa jauhkan mereka dari sikap dan sifat yang menyakiti dirinya.
Aku merintih, merasakan sakit, aku berpikir mengapa tidak aku saja yang mengalami masa sulit seperti ini? dibanding aku harus melihat orang yang begitu ku sayang menjadi hilang kepercayaan diri..
entah seberapa salah dia dimata mereka hingga menurutnya dia pantas untuk diasingkan seperti ini. tapi seberapa salahpun dia, tetaplah aku tidak rela jikalau dia harus tersiksa.
aku berpikir keras lagi mengapa tuhan menciptakan ketidakadilan dicelah - celah kecil? mengapa tuhan mengadakan sebuah rasa yang diberi nama dengan kerapuhan. dan yang lebih ku tanyakan mengapa tuhan adakan keegoisan???
Ya Tuhan bagaimana aku bisa menjadi penghibur sedangkan aku pun menangis tak mampu melihat dia demgan segala kondisinya yang seperti ini. Engkau begitu tau aku memanjatkan doa padaMu untuk kebahagiannya di dalam ingatanku selalu.
Tuhan segerakanlah datangkan kebahagiaan dan keadilan hidup untuknya, tahanlah mereka - mereka yang berniat tak baik melukai hatinya.
Jika memang kerukunan bisa tercipta,, rukunkanlah,, jika tidak bisa jauhkan mereka dari sikap dan sifat yang menyakiti dirinya.
Senin, 11 Juni 2012
Pelajaran Hidup
aku ini seperti orang bodoh saja, marah lagi, menangis lagi dan dicampakan lagi dan menangis lagi.
aku bertahan untuk orang yang tak pernah menghargai aku
aku bertahan untuk orang yang tidak sepenuh hati menyayangiku
aku bertahan di tengah ketidakpastian jalan yang aku tuju
bodohnya,, aku masih tetap bertahan..
aku bertahan untuk orang yang tak pernah menghargai aku
aku bertahan untuk orang yang tidak sepenuh hati menyayangiku
aku bertahan di tengah ketidakpastian jalan yang aku tuju
bodohnya,, aku masih tetap bertahan..
Jumat, 08 Juni 2012
kecemasan, kebingungan dan keragu - raguan menyongsong perubahan
aku selalu berpikir, tapi lagi - lagi hanya berpikir dengan tangan kosong tanpa tindakan. menyesal, marah, membenci, memaki, dan memalsukan jati diri. ternyata itu semua memuakkan, hanya membawa pada jurang nista menuju kehancuran.
ku katakan lagi pada serpihan kecil yang berdetak, ajaib, dan penuh rasa, aku ingin melepas semua itu, aku ingin terbang bebas bak merpati indah penuh kedamaian.
entah mengapa dendam, kebencian dan kedengkian mulai mudah merasuk setiap detiknya pada urat nadi manusia. melahirkan manusia - manusia keras, berhati baja dan tak lagi peduli akan sebuah dosa.
aku mengeluh,kesal dan menyatukannya dalam sebuah pertanyaan kepada Tuhan. "Aku harus bagaimana Tuhan? tidakkah kau mampu mengambil segala kotoran yang membusuk di hati manusia ini? tidakkah kau mampu segera mengubahku ?". setelah itu, aku berpikir lagi, dan akhirnya aku tertawa terbahak - bahak, apa yang ditertawakan? ya aku berjalan berhadapan dengan cermin panjang berbingkai hitam, lalu aku tertawa lagi. siapa yang aku tertawakan? Oh ya aku tau dia adalah diriku sendiri.
aku menelusuri lagi tangga, ku tatap seorang wanita paruh baya berselonjor diatas kasur yang minimalis, ku tatap dari ujung kaki hingga rambutnya yang memutih, ku teteskan air mata kini. ku menghentikan ketukan kaki diatas tangga kayu itu, ku alihkan posisi, duduk dan bersandar lemah pada tembok. ku bekap mulut menahan isakan, lalu aku bertanya lagi kepada Tuhan. "apa yang harus aku lakukan untuknnya? adakah guna ku untuknnya? masihkah aku bisa berdiri tegak membanggakannya?". Aku terdiam lagi karena tak ada jawaban dari Tuhan, bukan tak ada tapi jika Tuhan mampu langsung berkata pasti ia akan lantang mengatakan "Jawaban itu ada pada dirimu sendiri"
Ku hapus lagi air mata, berharap esok, lusa ada perubahan dalam diriku meskipun sekecil butir gula, yang terpenting itu manis dan berguna...
Ku berbaring dan kemudian ku ucapkan bissmilah :)
ku katakan lagi pada serpihan kecil yang berdetak, ajaib, dan penuh rasa, aku ingin melepas semua itu, aku ingin terbang bebas bak merpati indah penuh kedamaian.
entah mengapa dendam, kebencian dan kedengkian mulai mudah merasuk setiap detiknya pada urat nadi manusia. melahirkan manusia - manusia keras, berhati baja dan tak lagi peduli akan sebuah dosa.
aku mengeluh,kesal dan menyatukannya dalam sebuah pertanyaan kepada Tuhan. "Aku harus bagaimana Tuhan? tidakkah kau mampu mengambil segala kotoran yang membusuk di hati manusia ini? tidakkah kau mampu segera mengubahku ?". setelah itu, aku berpikir lagi, dan akhirnya aku tertawa terbahak - bahak, apa yang ditertawakan? ya aku berjalan berhadapan dengan cermin panjang berbingkai hitam, lalu aku tertawa lagi. siapa yang aku tertawakan? Oh ya aku tau dia adalah diriku sendiri.
aku menelusuri lagi tangga, ku tatap seorang wanita paruh baya berselonjor diatas kasur yang minimalis, ku tatap dari ujung kaki hingga rambutnya yang memutih, ku teteskan air mata kini. ku menghentikan ketukan kaki diatas tangga kayu itu, ku alihkan posisi, duduk dan bersandar lemah pada tembok. ku bekap mulut menahan isakan, lalu aku bertanya lagi kepada Tuhan. "apa yang harus aku lakukan untuknnya? adakah guna ku untuknnya? masihkah aku bisa berdiri tegak membanggakannya?". Aku terdiam lagi karena tak ada jawaban dari Tuhan, bukan tak ada tapi jika Tuhan mampu langsung berkata pasti ia akan lantang mengatakan "Jawaban itu ada pada dirimu sendiri"
Ku hapus lagi air mata, berharap esok, lusa ada perubahan dalam diriku meskipun sekecil butir gula, yang terpenting itu manis dan berguna...
Ku berbaring dan kemudian ku ucapkan bissmilah :)
Langganan:
Postingan (Atom)