suatu malam seorang anak perempuan benar - benar menangis tersedu, menangisi ketidakpahaman semua orang akan perasaannya. disaat seperti ini iamenjadi orang bodoh yang ingin kembali ke masa lalu atau sekedar menyesali hidup.
miris, di mata seorang ibu, anak perempuannya sama sekali tidak ada membanggakannya, bahkan ia selalu mencaci dan mencemooh putrinya. lalu dalam tangis putrinya hanya bisa bermimpi, berandai - andai mempunyai orang tua yang setidaknya menghargai jati dirinya. betapa dahsyat segala perkataann seorang ibu itu, sehingga putri itu merasa sama sekali tidak berharga.
semua orang seperti disusahkannya, semua orang digambarkan begitu tidak menyukainya.
di saat putri itu membela diri, lagi - lagi perkataan sinis ia terima. sungguh malang, kecaman seorang ibu itu tidak kepalang.
sama sekali tak ada orang yang mau membelanya, sama sekali tak ada orang yang mau memahami dan menghargai perasaannya, sama sekali tak ada.
melayangkannya nyawanya sendiri, masih ia pikir baik - baik, begitu ingin pergi tapi tak tau kemana yang harus ia tuju.
mungkin itu memang nasib putri yang tak berguna, menjadi caci meski air matanya sudah habis membanjiri.
Allah ya Rabb haarapan ia satu - satunya. Allah ya Rabb tempat pengaduan satu - satunya, Allah ya Rabb yang menentukan segalanya
Ketika mulut sulit berkata dengan pasti.. Biarkanlah jemari menulis isi hatinya sendiri..
Rabu, 25 Januari 2012
Senin, 23 Januari 2012
Musnahnya setitik harapan
kali ini saya benar - benar seperti orang yang terperosok dalam tebing kehancuran, tapi saya beruntung, bisa mendekatkan diri padaNya dan percaya semuanya akan menjadi kebahagiaan.
ini sepele dan ini kali keberapa saya merasa kecewa, tapi hal yang paling membuat kecewa yang begitu mendalam adalah ingkar janji dan masih lihainya seseorang menyembunyikan kejujuran.
saya orang yang mudah marah, mudah tersinggung dan memang itulah kekurangan saya, namun haruskah itu dijadikan alasan untuk memperlakukan dengan seenaknya?
kadang kebingungan juga benar - benar tajam melanda, apa mungkin ini petunjuk Tuhan bahwa aku benar - benar telah salah langkah, salah mengambil keputusan dan terlebih salah memilih
Tuhan mengapa penyesalan itu kau tempatkan di akhir cerita?
mengapa aku sebagai manusia begitu mudah terlena dengan seluruh kerlipan di dunia?
Tuhan, aku hanya bisa bersujud kepadaMu, meminta segala kebaikan dan kemurahan hatimu :)
ini sepele dan ini kali keberapa saya merasa kecewa, tapi hal yang paling membuat kecewa yang begitu mendalam adalah ingkar janji dan masih lihainya seseorang menyembunyikan kejujuran.
saya orang yang mudah marah, mudah tersinggung dan memang itulah kekurangan saya, namun haruskah itu dijadikan alasan untuk memperlakukan dengan seenaknya?
kadang kebingungan juga benar - benar tajam melanda, apa mungkin ini petunjuk Tuhan bahwa aku benar - benar telah salah langkah, salah mengambil keputusan dan terlebih salah memilih
Tuhan mengapa penyesalan itu kau tempatkan di akhir cerita?
mengapa aku sebagai manusia begitu mudah terlena dengan seluruh kerlipan di dunia?
Tuhan, aku hanya bisa bersujud kepadaMu, meminta segala kebaikan dan kemurahan hatimu :)
Sabtu, 14 Januari 2012
Polemik kedatangan orang baru
memang kenyataannya hidup seperti ini, kerikil berbaris menyerbu raga dan jiwa manusia
seperti kerikil yang kini menimpa orang - orang yang bernaung dalam satu atap keluarga
terkadang kata tak mampu menyuratkan dengan jelas keinginan hati.. dan butuh waktu lama merangkainya sehingga menjadi kalimat yang pasti..
sungguh tak ada niat melukai atau menggoreskan pisau pedih dalam kata yang ku kirim..
hanya saja mungkin cenderung memihak pada orang yang melahirkanku ke dunia fana
itu wajar dan manusiawi bukan?.. namun aku manusia yang masih memiliki hati dan berpikir dengan bijak dan mengamati dengan cukup teliti..
disini kata tak terucap wajah tak menggariskan keramahan, hanya karena itu semua menjadi seperti renggang
aku hanya ingin kedamaian, ikatan batin yang indah dan panorama atap keluarga yang penuh kasih..
semogaa,, semogaa semua mampu bersikap dewasa, jika aku memang terlalu kekanak - kanakan dalam menanggapinya
seperti kerikil yang kini menimpa orang - orang yang bernaung dalam satu atap keluarga
terkadang kata tak mampu menyuratkan dengan jelas keinginan hati.. dan butuh waktu lama merangkainya sehingga menjadi kalimat yang pasti..
sungguh tak ada niat melukai atau menggoreskan pisau pedih dalam kata yang ku kirim..
hanya saja mungkin cenderung memihak pada orang yang melahirkanku ke dunia fana
itu wajar dan manusiawi bukan?.. namun aku manusia yang masih memiliki hati dan berpikir dengan bijak dan mengamati dengan cukup teliti..
disini kata tak terucap wajah tak menggariskan keramahan, hanya karena itu semua menjadi seperti renggang
aku hanya ingin kedamaian, ikatan batin yang indah dan panorama atap keluarga yang penuh kasih..
semogaa,, semogaa semua mampu bersikap dewasa, jika aku memang terlalu kekanak - kanakan dalam menanggapinya
Cinta?
cinta menurutku paradigma yang luar biasa?
mengapa?
cinta bisa kita temukan dimana saja, dengan berbagai cara apa saja, dan dengan cerita yang dikemas sedemikian rupa oleh Tuhan
Cinta berawal dari sebuah perkenalan. berawal dari pertemanan, berawal dari persahabatan, atau bahkan suatu permusuhan dan berakhir dengan salah satu dari itu pula
untukku cinta sangat abstrak, karena hati mengunyahnya dengan berbagai rasa
sedih, bimbang, gelisah, takut, marah, bahagia
suatu bingkisan lengkap dengan orang - orang yang istimewa
Syukurlah Tuhan memberi manusia perasaan dan naluri untuk mencinta
menciptakan kasih yang begitu nyata, entah terhadap sesama maupun kepadaNya
Cinta begitu agung, terlebih cinta kepadaNya..
Cinta menentramkan semua indera..
Cinta begitu menakjubkan, itu yang kini kurasa :)
mengapa?
cinta bisa kita temukan dimana saja, dengan berbagai cara apa saja, dan dengan cerita yang dikemas sedemikian rupa oleh Tuhan
Cinta berawal dari sebuah perkenalan. berawal dari pertemanan, berawal dari persahabatan, atau bahkan suatu permusuhan dan berakhir dengan salah satu dari itu pula
untukku cinta sangat abstrak, karena hati mengunyahnya dengan berbagai rasa
sedih, bimbang, gelisah, takut, marah, bahagia
suatu bingkisan lengkap dengan orang - orang yang istimewa
Syukurlah Tuhan memberi manusia perasaan dan naluri untuk mencinta
menciptakan kasih yang begitu nyata, entah terhadap sesama maupun kepadaNya
Cinta begitu agung, terlebih cinta kepadaNya..
Cinta menentramkan semua indera..
Cinta begitu menakjubkan, itu yang kini kurasa :)
Teruntuk hujan yang terkasih
Aku bahagia dalam setiap rintikmu yang jatuh serempak bagaikan serdadu di kala peperangan yang serentak
Aku tetap bahagia dengan gelap awan yang menaungi hari dan menenggelamkan mentari
Dalam rintik yang kau jatuhkan aku diselimut kasih yang membuat jantungku cepat berdetak
Dalam rintik yang kau jatuhkan aku dibuat terlena dengan kebersamaan yang seperti mimpi
Di kala hujan menetes ku pasang senyum lebar kepadamu melambangkan keceriaan meski langit mendung tak secerah hatiku
Di kala hujan, aku masih tetap bisa bersenda gurau denganmu tanpa peduli kapan rintik dan derasnya berlalu
Hujan, aku ingin berdiri di suatu tempat yang begitu lengang, menikmati setiap rintiknya..
Aku ingin meraih tangannya, pria itu yang selama ini ku genggam erat hatinya
Ingin ku rangkul segala gelisahnya, memberi kehangatan kasih dalam kebekuan hati dan jiwanya
dan kau hujan yang terkasih, tetaplah menjajikan segala tawa untukku dan dirinya ketika kau mulai tiada ..
Aku tetap bahagia dengan gelap awan yang menaungi hari dan menenggelamkan mentari
Dalam rintik yang kau jatuhkan aku diselimut kasih yang membuat jantungku cepat berdetak
Dalam rintik yang kau jatuhkan aku dibuat terlena dengan kebersamaan yang seperti mimpi
Di kala hujan menetes ku pasang senyum lebar kepadamu melambangkan keceriaan meski langit mendung tak secerah hatiku
Di kala hujan, aku masih tetap bisa bersenda gurau denganmu tanpa peduli kapan rintik dan derasnya berlalu
Hujan, aku ingin berdiri di suatu tempat yang begitu lengang, menikmati setiap rintiknya..
Aku ingin meraih tangannya, pria itu yang selama ini ku genggam erat hatinya
Ingin ku rangkul segala gelisahnya, memberi kehangatan kasih dalam kebekuan hati dan jiwanya
dan kau hujan yang terkasih, tetaplah menjajikan segala tawa untukku dan dirinya ketika kau mulai tiada ..
Bimbangku untukmu (ibu)
Durhakalah aku ketika memendam rasa kesal atas seluruh kata yang kau ucapkan dan terkesan mencemoohku
Tak tau dirilah aku ketika mulai merasa murka atas segala perintahmu yang terkesan menghardiku
namun,,
ketika kau meneteskan air mata dan mengadu atas segala kekejaman hidup, luluh dosa - dosa hatiku
Seketika aku merasa makhluk yang teramat hina dina, tak mampu berbuat ap - apa
Rasa marah hanya mampu ku kunyah tanpa suara renyah
Rasa dendam hanya ku pandang tanpa ku pegang
Sungguh aku ingin mencabik mulut mereka yang menyakiti hatimu hingga kau terluka
Ingin ku sungkurkan badan mereka ke dalam jurang nestapa
tapi,,
Ku ingat kembali kodrat manusia
Ku ingat perintah Tuhan kita atas segala keperihan umatNya
Ku coba bersabar, ku coba mengikhlaskan semua kepadaNya
Aku tau, Tuhan bersamamu (ibu) ..
Tuhan menyiapkan segala bayaran atas air matamu..
Bersabarlah hai kau! wanita yang menghabiskan separuh hidup untukku
Tak tau dirilah aku ketika mulai merasa murka atas segala perintahmu yang terkesan menghardiku
namun,,
ketika kau meneteskan air mata dan mengadu atas segala kekejaman hidup, luluh dosa - dosa hatiku
Seketika aku merasa makhluk yang teramat hina dina, tak mampu berbuat ap - apa
Rasa marah hanya mampu ku kunyah tanpa suara renyah
Rasa dendam hanya ku pandang tanpa ku pegang
Sungguh aku ingin mencabik mulut mereka yang menyakiti hatimu hingga kau terluka
Ingin ku sungkurkan badan mereka ke dalam jurang nestapa
tapi,,
Ku ingat kembali kodrat manusia
Ku ingat perintah Tuhan kita atas segala keperihan umatNya
Ku coba bersabar, ku coba mengikhlaskan semua kepadaNya
Aku tau, Tuhan bersamamu (ibu) ..
Tuhan menyiapkan segala bayaran atas air matamu..
Bersabarlah hai kau! wanita yang menghabiskan separuh hidup untukku
Minggu, 01 Januari 2012
paradigma kehidupan
aku menulis ini ketika aku benar - benar kelut. Tuhan kalau saja dosaku tidak lebih banyak dari amalku, mungkin kurelakan malaikat menjemputku bahkan detik ini. aku tak kuat menahan tangis dan sakit ketika telingaku harus mendengar segala keluhan, terlebih dari seorang ibu.
dimana keadilan untukku?, jika dilahirkan sebuah pilihan, sungguh aku tak ingin dilahirkan. ketika orang tua mereka memuji anaknya,mennyemangati anaknya, bahkan memberi segala macam hadiah, aku hanya bisa menelan ludah, ku lihat lagi ke atas langit berharaap Kau memandangku dari atas sana, dan kau tau bagaimana aku pun mendeerita menjadi diriku sendiri. aku duduk dan menangis terisak,kepada siapa aku harus mengaadu akan segala rasa susah di hidupku, aku merasa terasing dalam duniaku sendiri. aku merasa jadi kerdil seketika, bodooh dan hina bahkan pantaas dicemooh dunia. apakah aku ini dianggapnnya malapetaka? hingga cacian - cacian itu ia hantarkan padaku. tanpa dia taaahu bagaimana aku pun lelah menjadi pesuruh dan pelampiasan keluh
dimana keadilan untukku?, jika dilahirkan sebuah pilihan, sungguh aku tak ingin dilahirkan. ketika orang tua mereka memuji anaknya,mennyemangati anaknya, bahkan memberi segala macam hadiah, aku hanya bisa menelan ludah, ku lihat lagi ke atas langit berharaap Kau memandangku dari atas sana, dan kau tau bagaimana aku pun mendeerita menjadi diriku sendiri. aku duduk dan menangis terisak,kepada siapa aku harus mengaadu akan segala rasa susah di hidupku, aku merasa terasing dalam duniaku sendiri. aku merasa jadi kerdil seketika, bodooh dan hina bahkan pantaas dicemooh dunia. apakah aku ini dianggapnnya malapetaka? hingga cacian - cacian itu ia hantarkan padaku. tanpa dia taaahu bagaimana aku pun lelah menjadi pesuruh dan pelampiasan keluh
Langganan:
Postingan (Atom)